Kepada Yang Terkasih
Ada orang-orang yang menghabiskan hidupnya untuk mencari tempat pulang. Ada pula yang terus berjalan karena tidak pernah benar-benar merasa memiliki rumah. Sedangkan aku, pernah mengira rumah adalah punggung seseorang di atas sepeda motor yang membawaku menembus hujan, melewati jalan-jalan panjang, menuju tempat-tempat yang namanya kini hanya berani kusebut dalam ingatan. Apa kabarmu hari ini? Sudahkah kau berolahraga? Masihkah kau memanjat sesuatu yang lebih tinggi daripada keraguanmu sendiri? Aku menulis ini bukan untuk memanggilmu kembali. Bukan pula untuk mengetuk pintu yang sudah lama kita tutup dari sisi masing-masing. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang pernah menunjukkan kepadaku bahwa dunia jauh lebih luas daripada kamar, ruang kuliah, dan jalan pulang yang itu-itu saja. Terima kasih untuk perjalanan-perjalanan tanpa rencana. Untuk hujan yang kita terobos seolah tubuh kita tak mungkin sakit. Untuk tebing, laut, jalanan gelap, dan langit malam yang pe...
